41. Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, "Allah
tertawa melihat dua orang yang telah bunuh membunuh dan keduanya masuk
surga. Seorang pejuang berjuang di jalan Allah (Fisabilillah) lalu
terbunuh kemudian yang membunuh masuk Islam dan ikut berjihad
Fisabilillah sehingga mati syahid terbunh pula."
42.
Dari Abi Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw bersabda, "Hak kewajiban
seorang muslim atas muslim lainnya ada lima. Pertama menjawab salam.
Kedua menjenguk yang sakit. Ketiga mengantar jenazah. Keempat memenuhi
undangan. Kelima mendo'akan orang yang bersin."
43.
Dari Sahl bin Hanif bahwa Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa meminta
mati syahid kepada Allah dengan jujur, pasti akan Allah sampaikan ia ke
tingkat para syuhada sekalipun mati di atas tempat tidur."
44.
Dari Abi Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw bersabda, "Setiap anggota
badan manusia wajib atasnya sedekah, setiap hari bila terbit matahari
engkau damaikan antara dua orang yang berselisih, itu adalah sedekah dan
menolong orang berkenaan dengan kendaraannya, engkau mengangkatnya atau
mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya, itu adalah
sedekah dan setiap langkah untuk shalat adalah sedekah. Dan menyingkirkan sesuatu rintangan dari jalan adalah sedekah."
(Bukhari - Muslim)
45.
Dari Abdillah bin 'Amr bin Al-'Ash ra. bahwa Rasulullah saw bersabda:
"Barangsiapa yang memiliki empat sifat maka ia munafik murni dan
barangsiapa memiliki satu darinya, berarti ia mempunyai satu sifat
munafik, yaitu jika diberi amanat ia berkhianat, bila bicara ia dusta,
jika berjanji ia mengingkari dan jika bersengketa ia membongkar rahasia
terdahulu."
(Bukhari - Muslim)
46. Dari Utsman
bin Affan ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: "Orang yang
terbaik dari antaramu ialah orang yang mempelajari Al Qur'an dan
mengajarkannya kepada orang lain."
(Bukhari)
47.
Dari Anas r.a. berkata, Nabi saw masuk masjid tiba-tiba beliau menemukan
tali yang terulur di antara dua tiang. Nabi saw bertanya, "Tali apakah
ini?" Jawab orang banyak, "Tali kepunyaan Zainab kalau ia merasa capai
berdiri shalat, ia berpegangan dengannya." Maka Nabi saw bersabda,
"Lepaskan tali itu. Hendaklah shalat dilakukan dalam keadaan tangkas,
cekatan dan apabila letih (mengantuk) hendaklah tidur."
(Bukhari - Muslim)
48.
Dari 'Aisyah r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, "Jika mengantuk
salah seorang dari kamu dalam mengerjakan shalat hendaklah ia tidur
sehingga hilang rasa kantuknya. Sesungguhnya jika seseorang mengerjakan
shalat dengan mengantuk, jangan-jangan ia akan membaca istighfar lalu
mengigau mengumpat dirinya sendiri."
(Bukhari - Muslim)
49.
Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw bersabda, "Biarkanlah selama
aku membiarkan kamu dalam kebebasanmu. Maka sesungguhnya penyebab
kebinasaan umat terdahulu sebelummu adalah karena mereka banyak bertanya
dan menyalahi Nabi-nabi mereka. Maka apabila aku mencegahmu dari
sesuatu perkara, tinggalkanlah perkara itu dan jika aku perintahkan
sesuatu perkara, kerjakanlah sekuat tenagamu."
(Bukhari - Muslim)
50.
Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, "Semua umatku
selamat kecuali orang-orang yang terang-terangan berbuat dosa
(mujaharah). Dan termasuk mujaharah adalah orang yang berbuat di waktu
malam yang gelap kemudian pagi harinya diceritakan pada orang lain
padahal semalaman itu Allah menutupinya sedangkan pagi harinya ia
membuka sendiri apa yang ditutupi oleh Allah."
(Bukhari - Muslim)
51. Dari Abu Mas'ud al-Badri r.a. dari Nabi saw, beliau bersabda,
"Apabila salah seorang kamu membelanjai istrinya dengan mengharapkan
pahala maka tercatat baginya sebagai sedekah."
(Bukhari - Muslim)
52.
Dari Anas r.a. berkata: Nabi saw bersabda, "Ya Allah,sesungguhnya tidak
ada kehidupan yang sebenarnya kecuali kehidupan akhirat."
(Bukhari - Muslim)
53.
Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, "Bukanlah
kekayaan itu karena banyaknya harta benda tetapi kekayaan yang
sebenarnya adalah kekayaan hati."
(Bukhari - Muslim)
54.
Dari Ibnu Umar r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, "Pada hari kiamat
seorang Mu'min didekatkan kepada Tuhan dengan dinaungi oleh rahmat-Nya,
kemudian ditanya, "Tahukah kamu dosa ini? Tahukah kamu dosa itu?"
Jawabnya, "Ya, saya tahu." Maka Allah berfirman, "Aku telah menutupi
atasmu dunia dan kini aku mengampuninya darimu." Kemudian diberikan
kepadanya suratan amal kebaikannya."
(Bukhari - Muslim)
55.
Dari Anas r.a. berkata: Nabi saw bersabda, "Ada tiga perkara yang
barangsiapa memilikinya akan merasakan kelezatan iman yaitu jika ia
mencintai Allah dan Rasulullah melebihi cintanya kepada yang lain; Jika
ia mencintai sesama manusia semata-mata karena Allah dan jika ia enggan
kembali kafir setelah diselamatkan Allah daripadanya, sebagaimana ia
enggan dimasukkan ke dalam neraka."
(Bukhari - Muslim)
56.
Dari 'Ubadah bin ash Shamit r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda,
"Barangsiapa percaya bahwa tidak ada sekutu bagi-Nya dan bahwa Nabi
Muhammadadalah hamba dan utusan-Nya dan bahwa Nabi Isa adalah hamba
Allah dan utusan-Nya dan kalimat-Nya yang diturunkan kepada Maryam dan
ruh daripada-Nya dan bahwa surga itu benar adanya (haq) maka Allah pasti
akan memasukkannya ke dalam surga dengan amal perbuatannya (yang baik)
seberapa pun adanya."
(Bukhari - Muslim)
57. Abu
Hurairah r.a. telah mendengar Nabi saw bersabda, "Ada tiga orang dari
Bani Israil yaitu si Belang, si Botak dan si Buta ketika Allah akan
menguji mereka, Allah mengutus Malaikat berupa manusia. Maka datanglah
Malaikat itu kepada orang yang belang dan bertanya, "Apakah yang kau
inginkan?" Jawabnya, "Kulit dan rupa yang bagus serta hilangnya penyakit
yang menyebabkan orang-orang jijik kepadaku." Maka diusaplah orang itu
oleh Malaikat. Seketika itu juga hilanglah penyakitnya dan berganti rupa
dan kulit yang bagus, kemudian ditanya lagi, "Kekayaan apakah yang
engkau inginkan?" Jawabnya, "Unta." Maka diberinya seekor unta yang
bunting sambil didoakan, BAARAKALLAAHU LAKA FIIHAA (Semoga Allah
memberkahimu pada kekayaanmu itu)." Kemudian datanglah si Malaikat itu
kepada si Botak dan bertanya, "Apakah yang engkau inginkan?" Jawabnya,
"Rambut yang bagus dan hilangnya penyakitku yang menyebabkan kehinaan
pada pandangan orang." Maka diusaplah orang botak itu lalu seketika itu
juga tumbuhlah rambut yang bagus. Kemudian ditanya lagi, "Kini kekayaan
apa yang engkau inginkan?" Jawabnya, "Lembu." Maka diberinya seekor
lembu yang bunting sambil didoakan, "BAARAKALLAAHU LAKA FIIHAA (Semoga
Allah memberkahimu pada kekayaanmu itu)." Lalu datanglah Malaikat itu
kepada si Buta dan bertanya, "Apakah yang engkau inginkan?" Jawabnya,
"Kembalinya penglihatan mataku supaya aku dapat melihat orang." Maka
diusaplah matanya sehingga dapat melihat kembali. Selanjutnya dia
ditanya pula, "Kekayaan apa yang engkau inginkan?" Jawabnya, "Kambing."
Maka diberinya seekor kambing yang bunting sambil didoakan
"BAARAKALLAAHU LAKA FIIHAA (Semoga Allah memberkahimu pada kekayaanmu
itu)."
Beberapa tahun kemudian setelah masing-masing mempunyai
daerah tersendiri yang penuh dengan unta, lembu dan kambing, datanglah
Malaikat itu dalam rupa seorang yang miskin seperti keadaan si Belang
dahulu pada waktu ia belum sembuh dan kaya. Malaikat itu berkata, "Saya
seorang miskin yang telah terputus hubungan dalam perjalananku ini maka
tidak ada yang dapat mengembalikan aku kecuali dengan pertolongan Allah
dan bantuanmu. Maka saya mengharap, demi Allah yang memberi rupa dan
kulit yang bagus, satu unta saja untuk meneruskan perjalananku ini."
Jawab si Belang, "Masih banyak hak orang lain padaku, aku tidak dapat
memberimu apa-apa, mintalah saja di lain tempat." Malaikat berkata,
"Rasa-rasanya aku pernah berjumpa denganmu, bukankah engkau si Belang
dahulu yang dijijiki orang dan seorang miskin kemudian Allah memberimu
kekayaan?" Jawab si Belang, "Saya telah mewarisi kekayaan orang tuaku."
Malaikat berkata, "Jika engkau berdusta maka semoga Allah mengembalikan
keadaanmu seperti dahulu." Kemudian pergilah malaikat itu kepada si
Botak dengan menyamar seperti keadaan si Botak dahulu dan berkata pula
padanya sebagaimana yang dikatakan kepada si Belang, namun ternyata
mendapat jawaban seperti jawaban si Belang, hingga karenanya didoakan,
"Jika engkau berdusta maka semoga engkau kembali seperti keadaanmu
semula." Akhirnya datanglah Malaikat itu kepada si Buta dengan menyamar
seperti keadaan si Buta dahulu semasa ia miskin dan berkata, "Saya
seorang miskin dan perantau yang telah putus hubungan dalam perjalanan,
tidak dapat meneruskan perjalanan kecuali dengan pertolongan Allah dan
bantuanmu. Aku minta demi Allah yang mengembalikan pandangan matamu,
satu kambing saja untuk meneruskan
perjalananku ini." Jawab si
Buta, "Dahulu aku memang buta lalu Allah mengembalikan penglihatanku
maka kini ambillah sesukamu, aku tidak akan memberatkan sesuatu pun
kepadamu yang engkau ambil karena Allah." Maka berkata Malaikat,
"Jagalah harta kekayaanmu, sebenarnya kamu telah diuji maka Allah ridha
kepadamu dan murka kepada kedua temanmu itu."
(Bukhari - Muslim)
58.
Dari Anas r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, "Janganlah seorang
dari kamu mengharap-harapkan maut disebabkan oleh penderitaan yang
dialaminya maka jika harus terpaksa berkata, ucapkanlah, ALLAAHUMMA
AHYINII MAAKAANATIL HA AATU KHAIRAN LII WA TAWAFFANII IDZAA KAANATIL
WAFAATU KHAIRAN LII (Ya Allah, hidupkanlah aku selama hidup ini lebih
baik bagiku dan matikanlah aku apabila mati itu lebih baik bagiku)."
(Bukhari - Muslim)
59.
Dari Abdullah bin Mas'ud r.a. berkata: Ketika selesai perang Hunain,
Rasulullah saw mengutamakan pembagian ghanimah kepada beberapa orang
terkemuka dari bangsa Quraisy yang baru masuk Islam maka diberikan
seratus unta kepada al-Aqra' bin Habis dan seratus ekor unta untuk
Uyainah bin Hishn dan beberapa orang lainnya dari pemuka bangsa Quraisy
sehingga ada seseorang berkata, "Demi Allah, pembagian ini tidak adil
dan tidak karena Allah." Ibnu Mas'ud berkata, "Demi Allah, akan saya
sampaikan perkataan itu kepada Rasulullah saw." Maka saya segera pergi
memberitahukan hal itu kepada Rasulullah saw, kemudian beliau berkata,
"Siapakah yang adil, jika Allah dan Rasulullah dianggap tidak adil?"
Kemudian beliau berdoa, "Semoga Allah tetap merahmati Musa, sesungguhnya
ia telah memperoleh gangguan lebih banyak dari ini tetapi sabar." Ibnu
Mas'ud berkata, "Saya pasti tidak akan menyampaikan suatu berita seperti
itu lagi kepada Rasulullah saw sesudah kejadian ini."
(Bukhari - Muslim)
60. Dari Sulaiman bin Shurad r.a. berkata: ketika saya duduk bersama
Rasulullah saw, tiba-tiba ada dua orang saling memaki sedang salah satu
telah merah wajahnya dan tegang pula urat lehernya maka Rasulullah saw
bersabda, "Saya mengetahui suatu kalimat yang apabila kalimat itu
dibaca, pasti hilang apa yang dirasakannya yaitu A'UDZUBILLAAHI
MINASYSYAITHOONIR RAJIIM."
(Bukhari - Muslim)
61. Dari Abdullah bin Mas'ud r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda,
"Akan terjadi sepeninggalku sifat monopoli (mementingkan diri sendiri)
dan beberapa kemungkaran." Sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, bagaimana
pesan tuan kepada kami menghadapi hal itu?" Nabi saw bersabda,
"Tunaikanlah kewajibanmu dan mintalah kepada Allah untuk mendapatkan
hakmu."
(Bukhari - Muslim)
62. Dari Abdullah bin
Abbas r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, "Telah ditunjukkan kepadaku
keadaan umat yang dahulu hingga aku melihat seorang Nabi dengan
rombongan yang kecil dan ada Nabi yang mempunyai pengikut satu dua orang
bahkan ada Nabi yang tidak ada pengikutnya. Tiba-tiba terlihat olehku
rombongan yang besar, saya kira itu umatku maka diberitahu kepadaku
bahwa itu Nabi Musa dan kaumnya tetapi lihatlah ke ufuk kanan dan
kirimu. Tiba-tiba di sana aku melihat rombongan yang besar sekali.
Dikatakan kepadaku: Itulah umatmu dan di samping mereka ada tujuh puluh
ribu orang yang masuk surga tanpa perhitungan (hisab)." Setelah itu Nabi
bangun dan masuk ke rumahnya sehingga para sahabat saling
memperbincangkan orang-orang yang akan masuk surga tanpa hisab itu. Ada
yang berpendapat, "Mungkin mereka adalah sahabat-sahabat Nabi saw." Ada
pula yang berpendapat, "Mungkin mereka yang lahir dalam Islam dan tidak
pernah mempersekutukan Allah." dan berbagai pendapat lainnya yang mereka
sebutkan. Kemudian Rasulullah saw
kembali
dan bertanya, "Apa yang sedang engkau bicarakan?" Mereka memberitahukan
segala pembicaraan mereka maka Rasulullah saw bersabda, "Mereka yang
tidak pernah menjampi atau dijampikan dan tidak suka menebak nasib
dengan perantaraan burung dan kepada Tuhan mereka selalu berserah diri
(tawakal). Maka bangunlah 'Ukkasyah bin Mihshan dan berkata, "Ya
Rasulullah, doakan semoga Allah memasukkan aku dari golongan mereka."
Nabi saw menjawab, "Engkau termasuk golongan mereka." Kemudian berdiri
orang lain, izin dan berkata, "Doakan semoga Allah menjadikan aku dari
golongan mereka." Nabi saw menjawab, "Engkau telah didahului oleh
'Ukkasyah."
(Bukhari - Muslim)
63. Dari 'Aisyah r.a.
berkata: Ketika Nabi saw masuk ke rumah kami bertepatan dengan adanya
seorang wanita maka Nabi saw bertanya, "Siapakah wanita itu?" Jawab
'Aisyah, "Ini Falunah yang terkenal ibadah shalatnya banyak sekali."
Maka Nabi saw bersabda, "Ah (kata yang menyatakan kurang senang),
hendaklah ia mengerjakan menurut kadar kemampuannya dengan tidak
memaksakan diri maka Allah tidak akan jemu (bosan) menerima amalmu
sehingga kamu sendiri yang jemu beramal dan perilaku agama yang disukai
Allah ialah yang dikerjakan terus-menerus."
(Bukhari - Muslim)
64.
Dari Abu Musa r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, "Perumpamaan
tuntunan hidayah dan ilmu yang diutuskan Allah kepadaku adalah bagaikan
hujan yang turun ke bumi. Ada tanah yang subur menerima air dan
menumbuhkan tanaman dan rumput yang banyak dan ada yang keras tidak
dapat menahan air dan tidak dapat menumbuhkan tumbuh-tumbuhan.
Demikianlah contoh orang yang mengerti agama Allah lalu belajar dan
mengajar dan orang yang tidak dapat menerima sama sekali petunjuk ajaran
Allah yang diutuskan kepadamu."
(Bukhari - Muslim)
65.
Dari 'Utban bin Malik r.a. berkata: Ketika Nabi saw selesai shalat
beliau bertanya, "Dimanakah Malik bin al-Dakhsyum?" Dijawab oleh
seseorang, "Dia itu munafik, tidak suka Allah dan Rasulullah." Maka Nabi
saw bersabda, "Jangan berkata demikian, tidakkah engkau tahu bahwa ia
telah mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLAAH dengan ikhlas karena Allah? dan
Allah telah mengharamkan api neraka kepada siapa yang mengucapkanLAA
ILAAHA ILLALLAAH dengan ikhlas karena Allah."
(Bukhari - Muslim)
66.
Dari Abu Zaid (Usamah) bin Zaid Haritsah r.a. berkata: Rasulullah saw
bersabda, "Seseorang dihadapkan di hari kiamat kemudian dilemparkan ke
dalam neraka maka keluar usus perutnya lalu berputar-putar di dalam
neraka bagaikan himaryang berputar di sekitar penggilingan. Maka
kerumunan ahli neraka padanya sambil bertanya, "Hai Fulan, mengapakah
engkau, bukankah engkau dahulu yang menganjurkan kebaikan dan mencegah
kemunkaran?" Jawabnya, "Benar, aku dahulu menganjurkan kebaikan, tetapi
tidak saya kerjakan dan mencegah kemunkaran tetapi saya kerjakan."
(Bukhari - Muslim)
67.
Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, "Siapa yang
merasa pernah berbuat aniaya terhadap saudaranya baik menyangkut
kehormatan, harta atau lainnya hendaklah ia segera meminta halal
(maaf)nya sekarang juga sebelum datang suatu hari yang ketika itu tidak
ada harta dinar atau dirham. Jika ia mempunyai amal shaleh maka akan
diambil menurut penganiayaannya dan jika tidak mempunyai hasanat
(kebaikan) maka akan diambilkan dari kejahatan orang yang dianiaya untuk
ditangguhkan kepadanya."
(Bukhari - Muslim)
68.
Dari An-Nu'man bin Basyir r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda,
"Perumpamaan orang-orang Mu'min dalam cinta mencintai, kasih mengasihi
dan rahmat merahmati adalah bagaikan satu badan, apabila salah satu
anggotanya menderita sakit maka menjalarkan penderitaan itu ke seluruh
badan hingga tidak dapat tidur dan panas."
(Bukhari - Muslim)
69.
Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, "Orang yang
menyantuni janda dan orang miskin adalah bagaikan orang yang berjihad fi
sabilillah bahkan seperti orang yang tidak pernah berhenti puasa dan
bagun shalat malam."
(Bukhari - Muslim)
70. Dari
Jundub bin Abdullah r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa
memperdengarkan amalnya kepada orang lain maka Allah akan
mempermalukannya
di hari kiamat dan barangsiapa yang memperlihatkan amalnya kepada orang
lain maka Allah akan membalas riya'nya itu."
(Bukhari - Muslim)
71.
Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, "Tinggalkan
tujuh dosa yang akan membinasakan." Sahabat bertanya, "Apakah itu, ya
Rasulullah?" Nabi saw menjawab, "Menyekutukan Allah, Sihir (tenung),
membunuh jiwa yang diharamkan Allah membunuhnya kecuali dengan hak,
memakan riba, memakan harta anak yatim, melarikan diri pada waktu
perang, menuduh wanita Mu'minat yang sopan dengan tuduhan berzina."
(Bukhari - Muslim)
72.
Dari Ibnu Umar r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, "Seorang
perempuan disiksa karena kucing yang dikurungnya hingga mati maka ia
dimasukkan ke dalam neraka disebabkan ia tidak memberi makan dan minum
ketika mengurungnya dan tidak pula melepaskannya agar memakan
binatang-binatang melata di bumi."
(Bukhari - Muslim)
73.
Dari Ibnu Mas'ud r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, "Mencaci maki
seorang Muslim adalah fasiq (melanggar agama) dan memerangi seorang
Muslim adalah kafir."
(Bukhari - Muslim)
74. Dari
Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa
menuduh hamba sahayanya berzina maka ia akan dihukum dera pada hari
kiamat kecuali jika benar tuduhannya."
(Bukhari - Muslim)
75.
Dari Ibnu Abbas r.a. berkata: Rasulullah saw berjalan melalui dua
kuburan maka beliau bersabda, "Sesungguhnya kedua orang dalam kubur ini
sedang disiksa padahal keduanya tidak disiksa karena perkara yang besar.
Adapun yang satu maka ia biasa berjalan mengadu domba sedang yang kedua
tidak menyelesaikan kencingnya (tidak membersihkan bekas kencingnya)
(Bukhari - Muslim)
76. Dari Hudzaifah r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, "Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba."
(Bukhari - Muslim)
77.
Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa
percaya kepada Allah dan hari kemudian hendaklah ia berkata baik atau
diam."
(Bukhari - Muslim)
78. Dari Abu Musa r.a.
berkata: Saya bertanya, "Ya Rasulullah siapakah diantara kaum Muslimin
yang paling utama?" Nabi saw menjawab, "Siapa yang selamat semua orang
Islam dari (kejahatan) LIDAH DAN TANGANNYA."
(Bukhari - Muslim)
79.
Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, "Sungguh ada
kalanya seorang hamba berbicara sepatah kata yang tidak diperhatikan
maka tiba-tiba ia tergelincir ke dalam neraka oleh sebab kalimat itu,
lebih jauh dari jarak antara timur dan barat."
(Bukhari - Muslim)
80.
"Tiga hal yang apabila seseorang berada di dalamnya akan merasakan
manisnya iman. Pertama apabila orang itu mencintai Allah dan Rasul-Nya
melebihi cintanya kepada yang lain."
(Muttafaq 'alaih)
Sumber:
http://www.kaskus.co.id/showthr...